Bercinta Dengan Rekan Kerja

Bercinta Dengan Rekan Kerja

Aku bekerja di sebuah bank swasta terkemuka. Namaku Rian, dengan wajah yang ganteng, tinggi 172 cm serta berat badan yang ideal karena aku sering ke fitnes sehingga body ku membentuk dan otot-otot yang menawan. Aku memiliki jabatan yang cukup baik dan supel mudah bergaul. Dengan berbekal semua ini aku sangat mudah menundukan wanita-wanita baik yang sudah bersuami maupun yang masih perawan. Bahkan beberapa karyawan wanita dikantorku sudah merasakan bagaimana perkasanya penis besarku.

Suatu hari aku turun dari kantorku melewati customer service ku yang kebetulan sama-sama mau ke acoounting namanya Nia. Nia orangnya cantik, putih dan memiliki body yang indah tapi menggunakan jilbab. Namun berkat kepiawaianku, aku berhasil menidurinya dan menyelipkan penis jumboku di liang vaginanya yang mungil sampai Nia klimax 3 kali.

“Hallo Bapak Ganteeeennggg…” sapa nia dengan wajah imutnya sambil memonyongkan bibirnya dan mengedipkan matanya.

“Hi nia ku yang cantik, gmn kabarnya siang ini?” jawabku dengan senyuman khas

“Baik Pak Rian, eh pak sini deh ada yang mau nia ceritakan…” nia menarik tanganku kearah ruang rapat.

“ehhh..eeh.. ada apaan nia?” aku bingung.

Setelah celingak celinguk dan merasa aman, nia mengecup ku terus berbisik, “Nia kangen dengan ini, yang sudah buat nia kelojotan dan klimax 3 kali, kangen pengen di sodok yang gede ini.” Sambil meraba-raba penisku.

“Loh, kok sudah tegang pak? Hayooo lagi horny ya?” tanya nia kaget mengetahui kontolku sudah tegang sedari tadi karena membayangin akan membuat ines kelojotan, teriak dan klimax.

“Oh nia, aku tegang karena ngeliat kamu dan ngebayangin kamu waktu ML” aku berusaha mengeles.

“Masa sih Paakk? Nia jadi tersanjung dan ikutan horny nih…” tiba-tiba nia menurunkan resleting celanaku dan dengan cepat mengeluarkan penisku. Dengan gagahnya penisku mengacung besar langsung kearah nia. Tangan kanan nia langsung mengunci pintu ruang rapat dan tangan kirinya terus mengocok kontol ku.

“Gila… gede banget, cewek mana yang gak akan ketagihan… pantes memek nia gak bisa rapet lagi, segede ini yang masuk” nia langsung mengulum kontolku. Aku yang memang sudah horny dari tadi kaget dan hanya bisa menikmati, 1 menit nia menyepong kontolku langsung dia berdiri sambil menarikku kearah meja lalu dia tiduran sambil mengangkat rok panjangnya dan melepaskan CD nya. “Pak, please… sebentar aja” memohon dengan mata yang sayu. Oh cantik sekali bidadari didepanku ini. Dengan jilbab dan baju seragam kerja yang masih melekat, berbaring mengangkang memamerkan memek mungil yang merah merekah dan pasrah. Aku melihat jam, masih ada 10 menit jadi aku masih punya waktu untuk menggenjot nia sebentar, paling 5 menit nia sudah klimax.

Aku melihat liang mungil itu dan gak sebanding dengan besarnya kepala kontolku, aku jilat sebentar memek mungil itu dan nia menggelinjang kegelian sambil mengangkat pantatnya, “pak masukin sekarang… please…”.

Aku tempelkan palkon ku sambil ku gesek-gesekan keatas dan kebawah lalu nia sedikit mengangkat badannya untuk melihat penetrasi kontolku ke memeknya. “Gila pak, gede banget… pelan-pelan ya pak…” aku meletakan kontolku tepat diatas memeknya dan hampir mencapai pusernya.

“Tahan ya sayang…” aku mendorong kepala kontolku membelah bibir mungil liang kenikmatan nia.

Seperti biasa, setiap pertama kali aku menyelipkan palkon ku pasti wanita akan sedikit terkejut karena besarnya kontolku dan memaksa vagina mereka merekah menampung kontolku. Nia sedikit terkejut dan menggigit bibirnya menahan perih serasa tubuh indahnya dibelah…

“Aduuuhhh pak…. oughhh sshh… pelan-pelan pak… perih dan ngilu… uhh aauwwhhh gghhh… tahan dulu pak Rian” Nia masih menatap gak percaya memeknya bisa menelan kepala palkon ku. “Bapak perkasa sekali… memek nia sampe melebar gitu pak…” padahal baru kepala nya saja yang masuk.

Nia membaringkan tubuhnya sambil menatap wajahku dengan senyum sambil melebarkan kakinya dan kedua tangannya ikut membantu membuka vaginanya untuk membantuku penetrasi.

“Silakan gantengku, kocok dan aduk ya memek nia, sampe puas… “..

Aku mulai mendorong kontolku semakin dalam, mili demi mili kontol ku dengan pelan dan pasti membelah liang mungil nia, sementara nia masih menggigit bibir dan menahan nafas… baru 10 cm masuk keliang nya kembali nia menahan perut ku untuk menghentikan dorongan kontolku.

“aauuwwhhh… sakiittt.. pelan-pelan pak, tapi enakkkhh…” sambil iya kembali menatap sisa kontolku yang belum masuk…. “huuhhh… bapak, masih banyak yang belum masuk….”

“huh, sempit banget nia memekmu.. auwwhh enak banget….” aku merasa dijepit dinding lembut yang rapet dan terasa sekali kontol ku membuka jalan dan memaksa dinding-dinding vagina nia melebar.

Dan ketika kontolku masih tersisa 7 cm, kudorong dengan keras ke dalam hingga membentur dinding rahim nia…

“Adduuuhhhhhh…. sakkiiiiittt Pak Riann… pelan-pelan pak, kontol bapak terlalu besar… auuwwhhh shhh shaahhh…” Nia menjerit sambil melototkan matanya yang indah.

ternyata masih tersisa 2 cm di luar “hmm nikmat banget nia…”, aku melihat memeknya sangat merekah menerima kontolku.

“Masuk semua pak?” tanya nia “rasanya memek nia penuh banget…”

“Masih ada 2 cm nia yang gak bisa masuk, udah mentok nih, kalau saya paksain ntar malah masuk ke mulut rahim mu… mau coba?”

“auwwhhh…adduuuuhhh sshh… enak banget pak rian… coba aja masukin pak, nia sudah mulai enak nih, gak perih lagi… tp pelan-pelan ya pak…” rengek nia agar aku terus menekan kontol ku.

Dan benar, ketika aku paksain kontolku, aku merasa memasuki sesuatu yang lembut dan menjepit.

Enaknya luar biasa…. dan aku berhasil memasukan seluruh batang kontolku 23 cm.

Kali ini nia lagi-lagi melotot tp tetap kecantikannya tidak hilang. Dia tidak bisa ngomong selain mendesah dan mulai menggeleng kekiri dan kekanan dan kedua tangannya mencengkram lenganku.

“aauuuwwwwhhhhh… enak bangeet pak, entot nia pak, nia gak keberatan kok hamil anak bapak… enaakkk bangettthhhh… uhhh… ngiluu banget pak, masuk ke rahim nia pak… terasa banget..“

Aku terus mengocok liang sempit itu dan aku mulai melihat cairan mengkilap di batang kontolku…

“Ampun pak rian, enak banget…. terussshhh paakkhhh… shhh…”, keliatan nia mulai kelojotan..

“Gimana nia, enak?” Tanya ku menggodanya

“Enak banget pak, sampai nia ga berani goyangin, takut robek uh ahch hahh… enak banget, penuh banget pak… oohh shhh…”

Aku melihat bagaimana memek yang begitu montok dan tembem terbelah merekah dan keliatan semakin tembem karena terisi kontolku yang super.

“pak.. pakkkk ahh auuww shh… nia… niaaa maaaauuuu….. ohh ougghh sshhh… enaaakkk banget paakkk…”

Crooot…crooott…croott…

Nia mengangkat pantatnya dan kejang setelah beberapa detik kelojotan dan lemeesss.

“ouughhhh shhh… enak banget pak… Ayooo pak keluarin, nia mau kok terima air mani Bapak…. giliran bapak yang keluarin… uuhhhh sshhh… enak banget kontol Bapak…”

“ya udah kalau Nia sudah klimax, nanti ketahuan temen-temen, tapi inget ya, kamu masih utang klimax dengan saya…” Jawabku.

Aku gak mau klimax dulu karena ada mangsa baru yang perlu tenaga. Aku menarik penis ku yang berlepotan oleh cairan cinta Nia.

Perlahan aku menariknya dari vagina sempit Nia yang baru saja klimax, ketika aku menarik kontol ku yang jumbo ini, masih keliatan Nia meringis dan makin melebarkan kakinya sambil menatap kontol ku yang baru saja mengaduk-ngaduk isi vaginanya dan “plopph”

“auuwwhhh… gila gede banget, tuh kan Pak memek Nia jadi gak bisa rapat lagi…” sambil mencibir…

Bercinta Dengan Rekan Kerja

Ku kecup kening dan bibirnya, nanti aku tagih hutang mu ya….

Aku melihat memek tembem itu merah merekah, nia masih duduk mengangkang sambil kepalanya kesana kemari mencari tisu.

“Iya pak, nia selalu menunggu kehadiran Bapak…”

“Uh.. basah banget memek Nia. Gak ada tisu lagi…”

Nia menatapku sambil tersenyum manis sekali. “Kamu cantik sekali nia…” jujur aku jadi nafsu lagi melihat nia dengan memeknya yang masih terkangkang lalu aku dekati dia sambil ku selipkan lagi palkon ku dan ku tekan sedalam-dalamnya membuat nia terkejut dan menjerit karena gak siap dan gak menyangka aku memasukkan lagi palkonku dengan tiba-tiba.

“Adduuuuhhh.. Pak riaaaannnn…. naakkkaaaalllll….. ohhh sshhh ouwhhh…..”

Ku kocok 5 x terus aku cabut lagi dan “ploopphh”

Bercinta Dengan Rekan Kerja1

Kemudian nia bangun dan merapikan kembali pakaiannya dan jilbabnya, tapi CD nya tidak dipakai lagi…

Lalu ku cubit memeknya yang montok dan menggembung habis kukentot.

“Makasih ya Pak… “ ucap Nia sambil monyongin mulut mungilnya dan mengedipkan matanya.

Aku melihat jalannya Nia labil tidak sepeti biasanya.

“Jalannya biasa aja donk Nia…” ledek ku.

“Gak bisa pak, rasanya masih mengganjal… Bapak sih kegedean…”

Setelah celingak celinguk gak ada orang, Nia buru-buru keluar dari ruang rapat…

Aku membersihkan kontolku dengan sapu tangan terus ke kamar mandi.

Leave a Comment